Daru Dewayanto

Belajar Dari Kesalahan Donald Trump

Apakah yang dilakukan Donald Trump di kampanye presiden Amerika anda anggap “stupid” (= bodoh)? Atau anda anggap dia genius? Setelah baca  tulisan ini mungkin pendapat anda bisa berubah.

Bila anda muslim seperti saya dan 1,6 miliar muslim lainnya, plus keturunan Mexico dan imigran di Amerika, mungkin anda saat ini membenci orang berambut orange ini. Namun tahunkan apa untungnya “haters” seperti kita untuk dia dan kemenangan pencalonannya sebagai presiden dari negara terkuat di dunia?

Pernah kah anda dengar istilah ini, If you don’t have haters, you aren’t trying hard enough”, artinya bila anda tidak memiliki orang yang membenci anda, artinya anda belum berusaha cukup keras.

Saya memang bukan expert di politik. Dan saya memang tidak sedang membahas area politik. Apa yang Trump lakukan pada pencalonannya saat ini adalah sangat marketing. Bahkan banyak pula pakar politik yang mengatakan berhubungannya startegi politik dan marketing. Kita dapat belajar banyak dari apa yang orang ini untuk bisnis kita.

Berikut ini apa yang bisa kita pelajari:

  1. “Hater” (orang yang membenci) dalam bisnis atau marketing adalah kompetitor anda. Kenyataanya anda akan memiliki hater, karena anda tidak bisa menghindari yang namanya kompetisi. Buat politisi seperti Trump, para hater akan membuat dia semakin “tampil”. Trump semakin punya kesempatan untuk tampil menjelaskan diri dan visinya. Dan ini dapat semakin meningkatkan popularitasnya, terutama dari target marketnya.
  2. Trump mengetahui dengan baik siapa target supporter-nya. Seperti, pendukung Partai Republican, kulit putih yang mengatakan dirinya orang asli Amerika, bahkan dari tingkat pendidikan dan agama tertentu. Dan ini adalah syarat utama memenangkan kompetisi. Trump sangat paham dia tidak bisa menyenangkan semua orang. Pemahaman ini sangat marketing. Dan dia memilih dengan cermat siapa target supporter, yang secara statistik dia percaya dapat membuatnya memenangkan pemilu (kompetisi).
  3. Lalu Trump berikan apa yang supporter-nya ingin dengar. Dia bahkam bisa membangkitkan kebencian dari para supporter kepada para hater. Dia menciptakan loyalis. Trump memiliki “hot button” berupa keunikan atau perbedaan nyata dari kondisi saat ini, yang kompetitornya lakukan. Yaitu presiden dari Partai Democratic. Dia bisa yakinkan akan adanya perubahan untuk para loyalis.

Saat ini kita tidak bisa mengetahui hasil dari strategi Trump. Mungkin dia akan kalah dengan menciptakan kebencian dari muslim dan imigran di Amerika. Namun bukan tidak mungkin dia justru akan menang. Mari kita sama-sama tunggu hasilnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *